Ketenangan Hati dan Pikiran

Uang dan waktu bukanlah sumber ketenangan hati dan pikiran. Melainkan pengampunan, kasih, dan berkat dari Tuhan Yesus Kristus.

Advertisements

Seperti Mendaki Gunung

Hidup ini seperti mendaki gunung sampai ke puncak—yang kita definisikan sendiri. Banyak rintangan, banyak tantangan. Juga ada sekali dua kali keindahan. Kita boleh memilih untuk mendaki sendiri atau mendaki bersama dengan seorang teman. Menghadapi rintangan dan halangan, menikmati keindahannya, menikmati puncaknya. Sendiri atau nersama dengan seorang teman. #AFC

The Future is Not Mine to See

Seandainya bisa membelah diri jadi 9, dan ada zat yang 175 kali lebih brutal dari caffeine. Pasti akan sangat menyenangkan.

Walau demikian, terimakasih untuk kehidupan dan masa depan yang tidak tertebak ini ya Tuhan.

Ampuni kami sama seperti kami juga telah mengampuni orang yang bersalah kepada kami, Amin.

VANDAL SEKARANG DAN SISAKAN GOLF UNTUK NANTI

Aku ini tipikal orang yang tak taat beragama dan cenderung malas ke gereja.
Jarang berdoa, jarang bersyukur pada Yang Kuasa.
Biasanya hanya sesaat sebelum dan sesudah bahaya, sisanya lupa.

Itulah kenapa aku suka permainan yang memicu adrenalin dan dekat dengan bahaya.
Dengan begitu aku merasa dekat denganNya.

 

 

NB:

Dan menariknya, aku selalu menemukan keindahan setelah adrenalin, setelah bahaya berlalu–damai di dalam hati.

Mari, kita sisakan golf untuk nanti!

Aku Belum Selesai

Siapa yang akan menghentikan badai jika aku berhenti berperang?
Dendamku pada anak-anak setan ini sudah sampai ke dalam tulang,
Dan kau datang.

Kau pikir kau mampu meredam amarah langit?
Lebih baik kuletakan kau di tanah lalu pergi,
Aku belum selesai.

 

 

 

NB:
Kata-kata ini dibuat beberapa bulan sebelum tanggal posting.
Ada masa dimana kita merasa tergesa-gesa, ada pula masa dimana kita bergerak begitu lambat.
Kali ini aku memilih untuk tidak melakukan apa-apa.

Camouflage Mode

Kupikir Ini adalah masa yang tepat untuk tidak melakukan dan tidak memikirkan apa-apa.
Menjalani keseharian hidup dengan biasa-biasa, bekerja dan belajar yang baik, pergi pagi pulang malam, lalu di akhir pekan mengisi waktu luang dengan berkumpul bersenang-senang bersama teman-teman. Atau mungkin pacaran juga bisa dijadikan pilihan–untuk menyibukan hari dan membuat diri sendiri kebingungan, berusaha memahami apa yang ada di kepala mahluk dari planet venus itu.

Tidak ada target untuk melakukan pencapaian setiap hari. Tak perlu merumuskan masalah, sehingga tak perlu mencari dan menemukan solusinya.

“The art of doing nothing”, kalau kata Irfani.
“Camouflage Mode” kata ku.