Pangeran Dan Bidadarinya Yang Cantik
Tiba di lokasi, memarkirkan motor dan bergegas masuk ke dalam driving range. Di depan lobi Saya dan Frans dihadang sebuah mobil mewah buatan Jerman yang menurunkan seorang bidadari cantik seksi harum semerbak mewangi “yummy” berbaju merah (Saya masih ingat). Dan tidak lama dari pintu disebelahnya turun pula seorang pangeran muda tampan berkacamata ala the police berpakaian necis lagi wangi, lantas berteriak memanggil kurir untuk mengangkat peralatan olahraganya dari bagasi.

“Anjrittt cantiikk”, Saya dan Frans mengucap dan saling bertatap mengomentari wanita berbaju merah itu, lalu membuat skenario tentang mereka berdua; Pria itu adalah pangeran muda kaya raya yang akan berolahraga, mengajak pacarnya yang cantik jelita untuk memamerkan kehandalannya berolahraga. Dulu sebelum berpacaran si pangeran tampan pernah menyombongkan diri di depan pacarnya itu tentang kehebatannya bermain golf, dan sekarang adalah saat dimana dia harus membuktikan perkataanya.

Sambil membuat skenario yang semakin kacau tentang si pangeran yang tampan, Saya dan Frans memilih tempat, lalu melakukan peregangan kaki dan tangan mengayunkan bahu dari kiri ke kanan. Tidak lama kemudian pangeran tampan dan pacarnya yang aduhai itu pun datang, memilih tempat tepat disebelah kami, sambil melepaskan kaca mata perlahan, melempar pandangan angkuh ke kami. Membuat kegiatan pemanasan yang sedang kami lakukan mendadak selesai, Saya dan Frans pura-pura duduk santai. Padahal jengkel, gondok melihat aksinya, iri melihat wanitanya. Dan lagi-lagi malah melanjutkan skenario jelek tentang mereka.
“Okehh.. si pangeran siap mukul Di”, kata Frans, dan pandangan kami berdua terkunci pada pangeran yang hendak memamerkan swing hebatnya. Penasaran kami menunggu, memperhatikan sang pangeran mengambil iron melakukan sedikit pengaturan gaya, dan swing pun terjadi. “Plakk!” bunyi suara iron mengenai bola, dan “TANGGG!!” suara keras bola si pangeran melayang membentur seng besi pembatas yang berada tepat didepannya. Membuat Saya dan Frans sontak, “Bhuaahahahaaaaa..” tertawa lepas tak sadar, membuat malu sang pangeran dihadapan pacarnya.

Penyelamat Dunia Datang
Lantas dengan gagah perkasa, buru-buru bangkit dari tempat duduk mengenakan sarung tangan dan memilih wood untuk melakukan swing pertama, sombong seolah ingin berganti giliran memamerkan kemampuan pada pacar sang pangeran yang asli sembohayy. Saya menggerakkan kepala ke kiri dan ke kanan secara perlahan, me-relax-kan pergelangan tangan, mengatur grip lalu malakukan swing, “plokkkk” suara wood bagian bawah mengenai bola dan membuatnya bergelinding hanya 10 meter dari posisi saya. “Jiaahhahahaaa..”, terdengar suara tawa pangeran dan pacarnya menghina. Saya berang dan lantas buru-buru mengambil bola kedua dan memukulnya. Hal yang sama terjadi, walau melayang namun bola melenceng jauh ke kanan. Emosi Saya mengganti wood dengan iron 5 dan mencoba melakukan swing lagi, dan hasilnya tetap buruk. Makin tak terkendali Saya mencoba sampai bola yang ke lima, semua hasilnya sungguh mimpi terburuk Saya.
Panik, frustasi dan kehabisan akal, Saya meletakkan stick lalu duduk menahan malu menatap mata Frans yang juga bengong tidak bisa berkomentar apa-apa. Mengambil korek dan membakar rokok, Saya lebih memilih memandangi rumput dan popohonan hijau daripada memikirkan rasa malu dan frustasi akibat pukulan buruk rupa yang Saya lakukan.



>> Bersambung ke Bagian 2, Tamat.


<< Lanjutan Cerita Terakhir Tentang Golf Dan Bidadari Cantik (Bagian 1)

Menikmati Diri
Sambil sesekali menenggak air putih, menghisap rokok berusaha menikmati pemandangan di lapangan hijau, Saya menemukan keanehan di driving range ini. Saya melihat sebuah “Tank Baja” mondar mandir di tengah lapangan. Sebuah kendaraan dorong mirip gerobak dilapisi seng dan kawat pelindung dioperasikan oleh seorang petugas, maju-mundur bolak-balik lapangan mengumpulkan bola. Ini pertama kali Saya ke driving range di jalan siliwangi Bandung ini, dan untuk pertama kalinya pula melihat kegiatan pengumpulan bola dilakukan pada saat pengunjung sedang melakukan latihan menggunakan sebuah Tank Baja.

“Franss! liat dehh.. konyol tu ada teng baja di tengah lapangan”, Frans berhenti memukul bola dan melihat kearah yang saya tunjuk. Kami berdua tertawa melihat teng baja yang mondar-mandir di lapangan. Dan mendadak “otak licik” saya bekerja, dan tangan saya menjadi gatal melihat mesin tempur ini ada di tengah lapangan. Dan ketika mesin tempur ini mendekat Saya bergegas mengambil iron 8 dan memukul bola, mengarahkannya ke tank baja konyol itu. Pukulan pertama meleset, jatuh sekitar 3 meter dari target. Seolah ingin bertempur melawan tank baja, Saya mengambil bola kedua, mengarahkan dan memukulnya. “TANGGG!!”, suara keras bunyi bola yang Saya pukul mendarat tepat di atap tank baja, Frans dan Saya tertawa lagi. Lalu kemudia dengan sengaja mengarahkan semua tembakan, kami berniat menghancurkan tank baja penjajah lapangan hijau ini.
Sebaliknya pada posisi prajurit pengendara tank baja, yang sadar akan serangan kami, lantas menarik kendaraan tempurnya untuk mundur ke belakang, menghindar dari kanan ke kiri, dari depan ke belakang, mondar-mandir semakin cepat. Saya semakin tertantang, merasa senang dan lantas menjadi fokus pada target, melupakan gangguan dan sama sekali tidak perduli dengan keberadaan orang-orang yang ada di sekitar. Mengontrol diri sepenuhnya menikmati permainan ini. Hanya ada Saya sendiri, club, bola, dan sebuah tank baja yang menjadi target.

Sampai akhirnya Saya merasa capek telah menghabiskan puluhan bola tanpa henti. Saya memilih berhenti, beristirahat meletakkan stick dan melepaskan sarung tangan. Dan ketika berbalik ingin duduk, Saya baru menyadari ternyata ada tiga orang bapak-bapak sedang tersenyum berdiri memperhatikan kami. Lantas saya melihat ke arah kanan dan kiri, menemukan orang-orang di sekitar jadi ikut memperharikan aksi kami berdua “menghancurkan tank baja”. Frans yang kemudian juga menyadarinya lantas berhenti dan duduk disebelah Saya, dan kami hanya tersenyum-senyum kecil merasa menikmati permainan sekaligus lucu dengan aksi konyol kami. Dan ketika keadaan sudah kembali normal, orang-orang mulai bubar dan sibuk dengan diri mereka masing-masing, Saya berdiri menghambiskan bola menikmati permainan sampai selesai.

Driving Range Siliwangi Bandung
Membawa 5 buah iron dan 1 wood dalam tas panjang khusus untuk driving menggunakan motor Honda Super-90 tahun 1975. Bersama seorang sahabat, Frans Victor Tuyu mengendarai sepada motor tua melaju dari jalan Suria Sumantri malintasi fly over menuju driving range di jalan Siliwangi Bandung. Berniat ingin mengolahkan raga dan menyehatkan pikiran. Benar saja, selain membakar lemak mengeluarkan keringat, Saya juga belajar banyak dari kejadian hari itu.

Catatan :
Sejak kejadian ini Saya lantas setuju dengan Papa dan temannya om Ansari, bahwa GOLF adalah Game Of Life “F”ilosophy. “Ini bukan hanya sekedar mengolahkan raga, permainan ini mengajak kita untuk mempelajari dan mengerti diri sendiri, ini adalah refleksi ringan akan perjalanan hidup!”

Pengalaman dalam artikel ini juga menggambarkan kondisi real Saya akhir-akhir ini yang terdistraksi dan tidak menikmati permainan.
Sehingga, sudah saatnya bagi Saya untuk kembali ke kursi, duduk tenang sejenak, menghidupkan korek membakar rokok lalu menghisapnya. Menyingkirkan distraksi yang ada, kembali fokus pada target dan mulai merasa tenang. Mengontrol dan mengendalikan diri sepenuhnya, menikmati ‘permainan’.

Catatan tambahan:
Dan cerita pun berakhir, tidak hanya cerita Tentang Golf Dan Bidadari Cantik, Saya memutuskan untuk mengakhiri riwayat blog ini hanya sampai disini. Sudah saatnya bagi Saya untuk kembali ke kursi.
There is no you. There is only Me, club, ball, green and hole in one!
Blog ini tamat!

NB: Entah kenapa saya jadi aktif lagi menulis di blog go blog ini, padahal niatnya mau memindahkan semua ke rumah blog yang baru.

Udah lama saya mengikuti musik Marilyn Manson, sejak jaman SMU tertarik dengan musik dan penampilan mereka. Tapi selama itu pula saya nggak pernah menemukan lagu mereka berbau cinta yang beraroma tai kucing itu, sampai album “The High End Of Low”.

Brian Hugh Warner ujung tombak band ini yang kemudian diinisialkan sebagai Marilyn Manson sendiri karna sebenarnya ini adalah one man band, band milik Brian Hugh Warner. Dia lah dalangnya, mendirikan sebuah band mengambil nama Marilyn Monroe dan Charles Manson pembunuh berantai sakit jiwa brilian yang mempengaruhi orang banyak sehingga menjadi pengikutnya, dan stop!!!  Pembahasan lebih lanjut tentang band ini, silahkan cari sendiri.

Kembali lagi ke masalah tai kucing, cinta.
Devour adalah lagu pertama dalam album baru ini, sekaligus lagu pertama Marilyn Manson yang menceritakan tentang cinta. Saya sangat terkejut ketika mendapatkan album ini. Nggak nyangka dia bakal buat lagu cinta, dan yang pertama ada di benak saya sebelum mendengarkan album ini adalah image “menjijikan”, karna saya kira ini sungguh berbeda dan jauh dari Marilyn Manson biasanya. Marilyn Manson yang saya suka itu semestinya destruktif sekaligus konstruktif, negatif sekaligus positif, post modern dan semuanyalah. Membingungkan ya penjelasannya? emang iya, dan kali ini saya gak peduli dengan pendapat dan pengertian kalian. Intinya tema album dan lagu-lagunya kali ini sangat jauh berbeda, cinta dan pasti bakal menjijikkan.

Tapi saya salah, tidak seperti yang saya kira. Pertama kali mendengar dan menyimak lagu Devour, saya terkulai lemas sekaligus puas tak berdaya dan berkata dalam hati, “ya ini adalah Marilyn Manson!”. Walau kali ini tentang cinta, ini adalah Marilyn Manson yang sama!
Dan kalian tau? tidak jauh berbeda dengan saya sekarang mengisi blog yang semestinya goblog ini dengan “cinta”,
Saya masih salah, tidak seperti yang saya kira. Pertama kali mendengar dan menyimak “feelnya”, saya terkulai lemas sekaligus tak puas tak berdaya dan berkata dalam hati, “ya ini adalah tai kucing tidak berbentuk itu!”. Walau kali ini tentang cinta, ini adalah blog goblog yang sama!

Tidak juga lantas mau menyamakan dengan Marilyn Manson, ini berbeda dan saya kira ini hanya pengantar saja, menuju pembangunan dengan cara menghancurkan gunung batu, langit, tata surya atau apapunlahhh.. karna lagi-lagi saya gak perduli,

“You’re the one that I should never take
But I can’t sleep until I devour you

And I’ll love you, if you let me,
if you wont make me stop,

I’ll see you and I’ll blow your heart to pieces
I will blow your heart to pieces”

Bakal banyak pertumpahan yang akan terjadi sebentar lagi,
dan ini bisa gilaaaaa….
Terserahlahh, saya benar-benar gak perduli…

Kompas, Senin 14 Desember 2009 | 03:15 WIB

Vientiane, Kompas – ”Rekor SEA Games pecah!” teriak sprinter
Indonesia, Suryo Agung Wibowo, seusai melintasi garis finis dalam
lomba atletik nomor 100 meter putra. Sembari berteriak, ia menunjuk ke
papan pencatat waktu di Stadion Nasional, Vientiane, Minggu (13/12).
Suryo kembali menjadi manusia tercepat di Asia Tenggara setelah
merebut emas SEA Games Ke-25 Laos di nomor paling bergengsi tersebut
dengan waktu 10,17 detik.

Waktu Suryo itu juga mempertajam rekor SEA Games 10,25 detik atas
namanya sendiri, yang diukirnya saat merebut emas di Thailand, dua
tahun lalu. ”Hari ini 13 Desember menjadi milik saya. Gila, sungguh
luar biasa. Syukur saya masih bisa memberikan yang terbaik,” ujar
Suryo kepada wartawan yang merubungnya.

Selain memecahkan rekor SEA Games, Suryo juga berhasil memecahkan
rekor nasional 100 meter putra yang telah bertahan sejak 20 tahun lalu
dengan catatan waktu 10,20 atas nama Mardi Lestari. ”Ini sungguh
mengejutkan, bisa memecahkan dua rekor sekaligus, rekornas dan SEA
Games. Saya sangat gembira karena target dari pelatih sebelumnya hanya
mencatatkan waktu 10,20 detik, sama dengan rekornas,” kata Suryo.

Dalam lomba di trek Stadion Nasional, Suryo tampil di lintasan empat,
berdampingan dengan pesaing terberatnya, Wachara Sondee (Thailand).
Sprinter kelahiran Solo, 8 Oktober 1983, ini langsung melesat
meninggalkan lawannya itu sejak garis start.

Ia pun menyentuh garis finis pertama diikuti Sondee yang berhak
merebut perak dengan catatan waktu 10,30 detik. ”Saya memang sangat
yakin bisa memenangi lomba ini. Persiapan saya sangat matang, jadi
saya sangat percaya bisa menjadi yang tercepat,”
tambah Suryo.

Kejutan juga diciptakan sprinter Indonesia lainnya, Fadlin, yang
berhasil merebut medali perunggu. Fadlin yang hanya ditargetkan untuk
memperbaiki catatan waktunya di nomor 100 meter justru berhasil finis
ketiga dan merebut medali perunggu.

Ia mencatat waktu 10,61 detik, unggul dari pelari Singapura, Amirudin
Jamal, yang mengukir waktu 10,72 detik. ”Saya tidak menyangka dengan
hasil ini. Saya hanya ditargetkan untuk mendapat medali di nomor
relay. Di nomor 100 meter saya hanya ingin memperbaiki catatan waktu
saja,” ujar Fadlin.

Kemenangan Suryo tidak diikuti Irene Truitje Joseph yang turun di
nomor 100 meter putri. Irene gagal menyaingi lawan-lawanya dan harus
puas finis di urutan keenam.

Vietnam menunjukkan kedigdayaan mereka di nomor ini setelah merebut
medali emas lewat Vu Thi Huong dengan torehan waktu 11,34 detik.
Medali perak direbut sprinter Le Ngoc Phuong dengan waktu 11,746

*Catatan:
Entah apapun yang kalian dapat dari artikel diatas, tapi buatku ini bukan hanya sekedar kemenangan Indonesia meraih emas atau memecahkan rekor tercepat. Ini masalah keyakinan dan kepercayaan diri. Pikiran yang positif, “sebuah semesta yang ramah” kalau kata Enstein.

Jack Johnson

2009/12/14


Adalah Jack Johnson, seorang surfer asal hawai yang mengerti bagaimana cara memetik gitar dan meracik nada-nada yang membawa angin sepoy dari surga, ombak, pasir putih dan kepakan sayap burung camar yang terbang di tepian pantai, menghadirkan ketenangan ke telinga. Ohh sungguh menghanyutkan.
Soft Rock, Pop Rock, Acoustic dan titik. Gak lebih dan gak kurang. Itu adalah jenis musik yang dibawakannya ketika sedang bersantai setelah menikmati ombak dengan papan surf bersama teman-temanya.
Liriknya sangat menggambarkan kehidupan orang pesisir pantai yang hidup dalam kesederhanaan, kebersamaan dan saling menghargai, bersahabat, dan berbagi semua keindahan kehidupan tidak hanya dengan sesama manusia, tetapi juga dengan alam.


Sharing Song, Upside Down, People Watching bisa didengar di album Sing A Longs. Sementara lagu lagu If I Had Eyes, Hope, Go On dan banyak lagu positif lainnya bisa ditemukan di album Sleep Through The Static.

Kalau kalian berada di tengah kota besar dan jauh sekali dari pantai yang tenang, dan lantas mau merasakan “sedikit” feeling-nya, berharap bisa menyejukkan hati, maka dengarkan Jack Johnson.


*buat saya pribadi, mendengarkan lagu Jack Johnson mengingatkan saya akan kenangan sewaktu berada di Gili Trawangan. Walaupun hanya sesaat.

website : www.jackjohnsonmusic.com
Buka situsnya, dan baca lebih banyak info tentang orang ini dan berbagai kegiatan sosial dan seni yang dikerjakannya, Jack Johnson.

Yeremia 29:7

2009/11/04

Beginilah firman TUHAN semesta alam:

“Bekerjalah untuk kesejahteraan kota-kota tempat kamu Kubuang, Berdoalah kepada-Ku untuk kepentingan kota-kota itu, sebab kalau kota-kota itu makmur, kamu pun akan makmur.”

Maka bertelutlah Ardi Karta menundukkan kepala dan berdoa demikian:

“Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga.
Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami;
dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat.
Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya.
Amin.”

In Oracle/PLSQL, the NVL function lets you substitute a value when a null value is encountered. You can use COALESCE function to subtitute a null value in MySql.

e.g.
SELECT NVL(employee_fee, 0) * 0.1 AS tax FROM employee
MySql: SELECT COALESCE(employee_fee, 0) * 0.1 AS tax FROM employee

Because we can’t multiply null value with number, so we need to change it with something (number), in this case we use zero as the substitute. If a null value encountered then the NVL or COALESCE function will change it with “0″ (zero).

1) To capture the whole screen: COMMAND + SHIFT + 3
2) To capture a window, dock, menu bar, etc: COMMAND + SHIFT + 4, then press spacebar to choose.
3) To capture a selection: Same as step 2 but don’t press spacebar, instead click and drag mouse over the portion of the screen you want to capture.

Or you can use Grab application:
Go to Macintosh HD>Applications>Utilities> and click on Grab application.
On the Grab menu bar, click “Capture”, and you can choose what kind of screen capture you want to use (Pict-01.Grab menu bar).

Grab menu bar

(Pict-01.Grab menu bar)

Oracle Magazine May - June 2009

Oracle Magazine

Oracle Magazine | May – June 2009

Oracle magazine edisi may/june 2009, dengan tema United Development. Materinya bagus, saya suka.

Kamu juga bisa membaca edisi digitalnya disini : http://www.oraclemagazine-digital.com

Atau kalau kamu tertarik dan ingin mengajukan form Subscription Oracle Magazine (hard copy), kamu bisa daftar disini: http://www.oracle.com/oraclemagazine

Dulu sewaktu kuliah saya pernah mengajukan form subscription Oracle Magazine, tapi tidak pernah diterima.
Sekarang ketika saya sudah bekerja sebagai developer saya kembali mengajukan form subscription Oracle Magazine, apa yang terjadi? Hari ini edisi pertama sejak saya melakukan pengajuan berlangganan tiba.

Berlanjut : Kisah cinta Balicamp dan Oracle

Okeh, semua tutorial ttg Apple dan Mac ini ditujukan untuk adik saya Irma Yuni yang tampak kebingungan namun tetap berusaha untuk mengerti dan mempelajari komputer, :D

Tujuan : menghubungkan Mac dan PC (Windows) melalui kabel LAN (Locan Area Network) secara langsung. Peer-to-Peer adalah istilah yang biasa digunakan dalam rangka menghubungkan dua buah komputer secara langsung.

Pertama kita membutuhkan sebuah kabel LAN (dengan Connector RJ45), bisa didapat di tempat2 penjualan komputer. Banyak toko komputer yang menjual kabel LAN sudah siap pakai.
Kedua colok ujung kabel, satu ke port LAN pada PC dan satu lagi ke port LAN pada Mac

Berlanjut segera..
untuk sementara saya terkalahkan oleh rasa kantuk..
Damaii…