Suatu hari Meilani didatangi oleh seorang nenek tua yang belum pernah ia kenal sebelumnya. Si nenek tua membawa seekor anjing golden muda bernama “belo” dan menugaskan Mei untuk melatihnya dalam waktu seminggu. Nenek tua lalu pergi, dan Mei pun mulai melatih anjing tersebut seperti apa yang digutaskan nenek tua yang misterius. Mei mengajari belo untuk menuruti perintahnya (dalam bahasa manusia), Mei melatih belo untuk bersalaman, mengambil bola, mengerti kata pergi, kejar, duduk dan sebagainya.
Dan setelah waktu berlalu seminggu si nenek misterius datang lagi, melihat apakah Mei berhasil melatih belo. Si nenek senang dan tersenyum melihat keberhasilan Mei. Lalau si nenek kembali memberikan Mei tugas baru, kali ini ia memberi 5 ekor anjing golden sekaligus untuk dilatih. Tapi si nenek tidak meminta Mei melatih mereka secara langsung seperti belo, si nenek menugaskan Mei untuk melatih belo agar dapat mengajari 5 ekor anjing lainnya, melatih apa yang telah Mei ajarkan pada belo sebelumnya tanpa harus diajari langsung oleh Mei. Dan si nenek akan kembali 1 bulan kemudian untuk melihat kemajuan belo dan lima ekor anjing lainnya.
Selama sebulan Mei berusaha keras melatih belo agar dapat mengajari 5 ekor anjing lainnya. Mei sangat kewalahan mengajari belo, ia kebingungan. Dan akhirnya setelah waktu berlalu sebulan, si nenek datang lagi. Ia melihat Mei tidak mampu dan kebingungan melatih belo agar dapat mengajari 5 ekor anjing lainnya. Si nenek tua lantas mendekati Mei dan berbisik “saya tau kamu tidak akan bisa melatih belo, tapi saya tau kamu bukan belo”.
Saya tidak mengerti entah kenapa orang berlomba-lomba mencari ilmu untuk menjadi pintar, kikir dan angkuh.
Socrates mengajari Plato, Plato Mengajari Aristoteles, mereka bertiga meyumbangkan pengetahuan pada dunia.



